putra abi yang kedua Mochamad Umar shiddiq, lahir pada hari senin tanggal 15 september 2014, pukul 08.24 wib, bertepatan dengan tanggal 20 dz qoidah 1435 hijriah.
alhamdulillahir robbal 'alamiin. allahuma sholi'ala Muhammad wa ala 'ali Muhammad. segala puji bagi Allah yang telah memberi Rizki berupa anak bagi mamang, rizki yang begitu besar, yang sekali lagi menandakan ke besaraan dan kekuasaan Allah yang maha berkehendak atas segala makhluk-NYA.
putra yang diharapkan, setelah 9 bulan dikandung oleh ibu yang amat mencintaimu nak'. engkau lahir ke alam yang terang ini. dalam keadaan sehat wal afiat. dimusim kemarau yang panjang ini. diiringi penuh kegembiraan keluarga dan semoga seluruh alam semerta pun bahagia atas kehadiranmu nak' (amiin). engkau kami beri nama Mochamad Umar Shiddiq. sebagai harapan dan doa kami semua. sementara engkaulah yang kelak disaat sadar yang memegang amanah nama ini (semoga Allah Swt selalu meridhoi mu). semoga engkau bisa menafsirkannya lebih dalam akan namamu nak'. kami tidak bersandar pada sebuah nama, tapi bersandar dengan bertawaqal kepada Allah swt. tapi abi mau menjelaskan later belakang kami memberi namamu itu. Mochamad didasari kecintaan kami pada jujunan tercinta, yang tak pernah jumpa dan bersua dalam alam yang nyata ini, tapi seluruh alam bener-benar mencitainya baik bumi dan langit. tiada nabi setelahnya. tapi ajaranya dan siroh nya patuh kita pelajari dan perjuangkan. Umar didasarkan pada sahabat yang menjadi pemimpin tegas, adil dan pemberani (tanpa meniadakan sahabat yang lain). shiddiq didasarkan bahwa sifat ini selalu menjungjung tinggi/ menegakan kebenaran. dan kebenaran segalanya milik Allah Swt
engkau kelak menjadi dirimu sendiri nak', kami hanya yang menjadi perantara hadirmu ke dunia ini. kami yang berusaha membesarkan mu, dengan khauf wa rojja. dan bertawakal pada NYA. semoga kelak engkau menjadi hamba yang sadar akan hadirmu di Bumi ini. sebagai (kholifah fil ardh) dan yang menterjemahkan adalah dirimu dengan bimbingan dari NYA.
abi menulis dalam blog ini dalam usiamu yang ke 26. abi tidak akan tahu seberapa lama engkau hadir di bumi ini, apakah kelak engkau yang akan meny sholatkan abi dan ibu dipembaringan terakhir atau sebaliknya. sebentar atau lama bukan yang menjadi masalah, lebih dulu atau belakangan bukan yang harus kita persoalkan. tapi apakah disaat masa itu tiba Allah meridhoi kita apa belum sebagai hambaNYA. mengapa abi membicarakan akan kematian, karena dalam hati ini diliputi rasa cemas dan waswas dalam usia mu yang baru ini, engkau diliputi sakit, panas, bahkan tak berdaya. seolah kami dihinggapi rasa takut yang berlebihan. khususnya ibumu nak' yang tidurnya tak beraturan, yang selalu dan selalu mengawasimu dikala siang atau pun malam. namun dalam kondisi ini memberi kami hikmah (ilmu) bahwa engkau begitu berartinya bagi kami namun kami juga harus menyadari bahwa engkau bukanlah milik kami, engkau adalah seseorang yang Allah titipkan pada kami.
Artinya : “ Tuhan kami, Anugerahkanlah kami isteri-isteri dan keturunan kami yang menyenangkan hati, dan jadikan kami imam bagi orang yang bertakwa” (al- furqan : 74)












