pada suatu pagi, setelah perayaan satu malam suntuk yang penuh hura-hura. mentari tertutup awan hitam, mendung menyelimuti semesta alam, kelam kelabu warna yang membosankan. ayampun tidak berkokok lantang. angin berhembus pelan namun tidak memberi keceriaan. ada apa gerangan??? apakah sekedar pertanda alam? "mendung apakah pertanda akan segera turun hujan" (ebit G ade song) ataukah ini pertanda tuhan untuk semua penghuni alam?
setelah 3 hari liburan yang panjang 2 hari diisi dengan hal yang membosankan, 1 hari bisa menjadi obat atas kebosanan itu, yaa mamang berjalan-jalan dengan istri dan anak pergi ke king shoping centre sekedar mengajak anak bermain di arena bermain anak. tapi fresssslah. kembali mamang pada rutinitas kerja, dengan membawa si silver kearah ciparay, kab bandung. seperti biasa rutinitas ini selalu diiringi dengan dzikir-dzikir kecil, berbisik pada Allah sepanjang perjalanan. sampai di kantor berita baru tentang memo perusahaan tentang mutasi dan promosi. ya mungkin mamang yang memandang biasa akan hal itu, atau mungkin belum pernah merasakan dimutasi. jadi berlalu biasa saja, hanya sekedar tahu teman mamang dimutasi. namun dampak dari pemutasian 1 orang teman itu, merubah situasi kantor, berimbas pada psikologi teman-teman yang lain kecuali mungkin mamang (tapi sebenarnya mamang ada masalah ditempat lain jadi tidak ngeh/sensitif pada masalah orang lain). semua terpikir untuk .... karena menganggap keputusan ini tidak adil.
sebenarnya semua orang punya masalahnya masing-masing. kadang manusia kuat menghadapi suatu masalah yang bagi orang lain berat untuk melewatinya, juga sebaliknya. mungkin mamang (merasa) kuat jika dihadapkan pada pemutasian, karena mamang pikir ya kalo ga nyaman keluar aja, kebetulan ada moment untuk jadi pengusaha sungguhan. tapi orang lain beda lagi berfikirnya. mamang saat ini dihadaplkan pada masalah rumah tangga lagi miskomunisasi dengan istri, lagi...dan lagi... ada perasaan jengkel, kadang berfikir wala tatafakarun?, tapi mamang kembali lagi melihat diri sendiri, sehingga membawa masalah ini pada meja diskusi. walau hal ini belum selesai ni, namanya juga diskusi, (ya kaya rapat-rapat anggota dewan aja yang ngabisin anggaran jutaan bahkan ratusan), benar-benar merasakan jengkel harus ditahan, pemikiran logis harus dikedepankan.
yaaa itu lah masalah. semuanya bisa menjadi masalah. maka salah menyikapi masalah maka akan menjadi masalah lagi, bahkan berkembang menjadi masalah yang lebih besar. waduh bahaya apabila masalah rumah tangga yang kecil karena anak kecil, kapal yang berlayar di lautan lepas ini harus porak poranda karena dirusak dari dalam kapal sendiri, ga asik la yau. lebih baik kita berprinsif "walau badai membantai ditengah malam gelap mencekap, santai coy!!! tidur aja yang nyenyak, anggaplah ombang-ambing badai bentuk kasih sayang Allah yang menina bobokan kita yang sulit untuk tidur". tapi jangan takabur coy!!!! tawakallah jalankan dulu sunatullah keselamatannya maksimalkan, apabila badai benar-benar membelai kapal kehidupan kita, semoga kisahnya laksana film titanic, kisah cinta yang abdai.
semuanya sikapi dengan keimanan, karena Allah yang sebenarnya menurunkan ketenangan kedalam hati orang beriman,dan dengan nya Allah akan menambah keimananya, dan Allah lah pemilik tentara-tentaranya yang ada dibumi dan dilangit. mudah saja bagi allah coy! pertama; Allah menurunkan dulu rasa tenang pada hambaNya, kedua Allah mengilhamkan solusi, ketiga Allah menyelesaikan solusinya. Walahu'alam bishaaf.
awan yang tadinya mendung tak mendukung, alam yang tadinya murung, itu hanya wallpaper singkat sebelum film yang barakhir kemenangan di tayangkan, jadi sabar...sabar...sabar. ..coy
ya Robb jangan jadikan diri ini menjadi manusia yang sombong, tawadhukan dirikami dengan apa yang Engkau berikan, tawakalkan diri kami dengan apa yang engkau cobakan, kuatkan kami dengan segala bentuk tarbiyah dari MU. amin
yaaa itu lah masalah. semuanya bisa menjadi masalah. maka salah menyikapi masalah maka akan menjadi masalah lagi, bahkan berkembang menjadi masalah yang lebih besar. waduh bahaya apabila masalah rumah tangga yang kecil karena anak kecil, kapal yang berlayar di lautan lepas ini harus porak poranda karena dirusak dari dalam kapal sendiri, ga asik la yau. lebih baik kita berprinsif "walau badai membantai ditengah malam gelap mencekap, santai coy!!! tidur aja yang nyenyak, anggaplah ombang-ambing badai bentuk kasih sayang Allah yang menina bobokan kita yang sulit untuk tidur". tapi jangan takabur coy!!!! tawakallah jalankan dulu sunatullah keselamatannya maksimalkan, apabila badai benar-benar membelai kapal kehidupan kita, semoga kisahnya laksana film titanic, kisah cinta yang abdai.
semuanya sikapi dengan keimanan, karena Allah yang sebenarnya menurunkan ketenangan kedalam hati orang beriman,dan dengan nya Allah akan menambah keimananya, dan Allah lah pemilik tentara-tentaranya yang ada dibumi dan dilangit. mudah saja bagi allah coy! pertama; Allah menurunkan dulu rasa tenang pada hambaNya, kedua Allah mengilhamkan solusi, ketiga Allah menyelesaikan solusinya. Walahu'alam bishaaf.
awan yang tadinya mendung tak mendukung, alam yang tadinya murung, itu hanya wallpaper singkat sebelum film yang barakhir kemenangan di tayangkan, jadi sabar...sabar...sabar. ..coy
ya Robb jangan jadikan diri ini menjadi manusia yang sombong, tawadhukan dirikami dengan apa yang Engkau berikan, tawakalkan diri kami dengan apa yang engkau cobakan, kuatkan kami dengan segala bentuk tarbiyah dari MU. amin












0 komentar:
Posting Komentar