melamun, merenung, berfikir kembali kemasa lalu. dengan iringan lagu-lagu lawas nowseeheart. seakan semua pengalamannya hadir kembali dengan sempurna. semua ingatan, semua perasaan. SUBHANALLAH, ALHAMDULILLAH, ALLAHU AKBAR. wahai Allah berilah mamang kekuatan untuk mensyukuri segala kenikmatan hidup ini yang terus berjalan, terasa mudah segalanya. banyak orang mamang temui, kenal, satu persatu hilang silih berganti. namun dalam do'a ku disuatu saat semoga betemu kembali dalam kebahagian yang sempurna.
umur mamang masih 18 tahun waktu itu, masih putih abu-abu, dengan segala kerterbatasannya menjalani segalanya mengalir, dari masa orientasi pendidikan (MOS) mengenal lingkungan baru. dalam lingkungan baru itu mamang tertuju pada ekskul ROHIS. sebuah masjid dengan nama Al Kahfi. berkumpulah wanita-wanita berkerudung putih duduk melingkar. mamang mengampiri kumpulan itu, selanjutnya memperkenalkan diri hingga gayung bersambut dari lingkungan baru itu. waktu terus berjalan setiap moment sabtu sore, ada pengajian, pengisian rohani, kegiatan hari besar membuat spanduk. biasa laki-laki (ikhwan) yang membuatnya dibantu oleh senior yang sampai sekarang masih menjadi penghuni sekolah kang Oleh. dimalam hari menjelang acara biasanya mamang menginap di sekolah (walaupun diluar acarapun mamang rata-rata selalu nginap di sekolah, tidak banyak orang yang tau) mengerjakan dispanduk diteras masjid.
namun pergaulan mamang tidak melulu di lingkungan ROHIS saja, karena dikala itu laki-laki sedikit jadi ditungtut aktif dimana saja khususnya di OSIS, dan mamang juga menjadi bagian dari Osis tersebut, sempat berminat pada Perisai Diri (PD), namun itupun cuma sekali-kalinya mamang ikutan latihan yang kala itu yang memberi pelatihan adalah kang Aji (maaf kang abdi tertiasa nerasken, padahal hati anu terdalam mah mencintai beladiri pencaksilat), di olahraga itumah wajib, jadi anggota ataupun enggak yang namanya cowo di sekolah pasti aktif olahraga, pas istirahat ga ada pelajaran pergi kelapang untuk main basket. sampai-sampai sekujur tubuh ini bermandikan keringat, sehingga pas masuk kelas jadi pengharum ruangan. kantin... ya kantin pa ahmad tempat dimana mamang jajan gehu jeng bala-bala, darmaji eeh tara ketang. karunya jeng dosalah
cinta monyet... ya setiap yang mengalami putih abu-abu pasti mengalami cinta monyet, yang terasa lucu dan mengesankan. dikelas satu kenal dengan yang namanya imas m, jatuh cinta pada monyet pertama (he..hee..). cimot itu naksir duluan sama mamang karena ikut-ikutan teman-temanya yang sedang menjalin asmara dengan teman-teman mamang, kecuali si kholik mungikin karena disaat itu kholik itu membawa kesan seram (perman) tapi ga taulah kalau ada yang naksir dia??? mungkin si nina.hee..hee... coba nembak dibelakang sekolah, dibalik dinding wc, cuma bilang wo i ni terasa garing, tapi itulah pengalaman mamang menyatakan controng pertama. disaat itu banyak sekali wanita yang menarik perhatian mamang tapi malulah disebutkans satu-persatu. namun yang pasti yang terekam kamera publiklah yang sedikitnya mamang ceritain.
naik kekelas dua, menjadi senior bagi juniornya yang kelas satu. biasa senior pasti diidolakan juniornya. tak terkecuali mamang. kesan pertama biasa saja, coba menjadi seorang senior yang profesional. bermaksud menolong junior yang jatuh sakit eeh ternyata ada kesan berbeda di si junior.akhirnya jadi idola dia, awalnya mamang ga ngerasa, tapi lama-lama ngerasa, tapi dalam dirimamang ada dilema. why? kan mamang anak rohis yang seharusnya menjaga diri disaat berinteraksi dengan junior. yaa sudahlah cerita cimot ini tidak usah diterusin. jadi kasuat-suat.
kelas 3, dikelas tiga mamang mulai berfikir, merenungkan kembali perjalanan mamang dari kelas 1-2,ternyata setelah mamang pikir-pikir mamang banya tidak serius belajarnya, kecuali dikelas satu awal. karena buktinya mamang yang dirasa tebodo-bodo teuing waktu smp, dengan memperoleh nilai tertinggi dikelas 3 smp dan manjadi salah satu orang yang dipanggil di podium perpisahaan. dimasa putih abu-abu mamang tidak memiliki nilai akadimik yang menjonjol, kecuali kerkelas hiji tea. mun tesalah peringkat 3 besar (etage mun tesalah). jadi saat itulah mamang mulai serius belajar. untuk menyongsong ujian akhir sekolah. alhamdulillah ujian sekolah telah selesai dilalui berharap-harap cemas menanti hasil ujian. waktu pengumuman telah tiba. dinyatakan LULUS. (alhamdu..... lillah),dan eeh ternyata ( alhandulillah lagi) menjadi salah satu siswa yang memperoleh nilai terbaik dijurusan pemasaran, tak disangka!!!. akhirnya besanding dipelaminan.......
tiada lain dan tiada bukan menulis kembali memori lama yang mungkin sebagian telah hilang, dan mamang sadari juga tidak sepenuhnya cerita dulu itu mamang tulis secara detil. bukan maksud mengecilkan hati seseorang, bukan untuk menyombongkan diri. tapi sekarang mamang dengan umur 29 tahun, patut mensyukuri usia yang diberi. dan semoga diakhir nanti mamang dan teman-teman semasa putih abu-abu bisa menjadi pribadi-pribadi yang bersinar, bahagia, dalam kehidupannya masing-masing. kalau ada umur di dunia ini kita bisa bertemu kembali, apabila tidak semoga menjadi teman abadi di akhirat kelak. Amin.
Selasa, 18 Juni 2013
mengenang putih abu abu
22.42
1 comment












Gelooo irha ekeu nembak c kholik, pitnah itu pitnah!!!!!! Tolong di konfirm ulang dech, :'(:'(:'(:'(:'(
BalasHapus