Hosting Gratis

Minggu, 27 Mei 2012

KETURUNAN YANG LEMAH

berhubungan dengan artikelku tentang paradigma uang perihal penafsiran annisa :9 tentang keturunan yang lemah saya menemukan arktikelnya mudah-mudahan bisa bermanfaat.

“Janganlah kamu meninggalkan keturunan yang lemah! 
Pertama-tama saya akan coba mengulas keturunan yang lemah sejauh pengetahuan saya. Yang pertama adalah lemah iman. Keluarga muslim diperintahkan untuk memperkuat iman bagi diri dan keturunannya. Untuk memperkuat iman tentu saja keluarga muslim harus memperkaya ilmu dan pengetahuan tentang tauhid. sambil menimba ilmu keluarga muslim diwajibkan melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu dan amal ibarat dua sisi mata uang. Tidak bisa dipisahkan. Amal tanpa ilmu tidak akan diterima oleh Allah. Mengapa? Ya sudah pasti salah dalam pelaksanaannya. Salah dalam beribadah, salah dalam bermuamalah. Bagaimana mungkin diterima oleh Allah yang salah itu! Dewasa ini, di era materialstk, era kosumeristik perhatian keluarga muslim terhadap masalah tauhid sering dinomorduakan.
Yang kedua adalah lemah jasmani. Keluarga muslim harus sehat jasmaninya. Sebab dengan sehat jasmaninya mereka akan mampu beramal shaleh semaksimal mungkin. Oleh sebab itu, seorang muslim harus mampu menjaga kesehatan baik dirinya  maupun keturunannya. Kita tidak boleh meninggalkan keturunan kita dalam keadaan sakit jasmaniahnya.
Yang keetiga lemah ekonomi. Rasulullah bersabda bahwa kemiskinan lebih dekat kepada kufur. Orang yang miskin akan mudah berguncang imannya jika diiming-imingi dengan harta. Banyak contoh d masyarakat, hanya dengan uang yang sedikit banyak orang yang bersedia menjual idealsmenya. Mereka rela memilh pemimpin yang kurang baik hanya karena diberi harta yang amat sedikit. Oleh sebab itu, seorang muslim harus mempersiapkan keturunannya agar mereka tidak lemah ekonomnya.
Yang keempat adalah lemah ilmu. Kita semua tahu bahwa untuk selamat di dunia kita harus menguasai ilmu. Kita juga tahu bahwa untuk selamat di akherat juga harus menguasai ilmu. Dan jika kita menginginkan selamat dunia dan akherat juga harus menguasai ilmu. Seorang muslim dilarang meninggalkan keturunannya dalam keadaan lemah ilmu.
Siapa yang mau menambahkan? Saya tunggu!

di ambil dari ;
mas urip santoso ( urip santoso.wordpress.com)

0 komentar:

Posting Komentar