Hosting Gratis

Minggu, 03 Juni 2012

kita! hanya pulang dan pergi


kita hanya pulang dan pergi??zxy....begitulah ucapan dari sang manager dengan ngasal. diiringi dengan  tawa kecil di depan anak-anak ( karyawan). ya maksud dari  ucapan itu ia tambahkan dengan penjelasan bahwa selama ini kita hanya datang dan pergi. kita datang kekantor  kemudiaan pergi kelapangan, datang lagi kekantor dan pergi lagi dalam rangka datang kerumah, kemudian pergi lagi pagi dalam rangka datang kekantor.... datang kerumah sore eehh pergi lagi pagi untuk kekantor, datang kita keundangan dan pergi setelah makan dan bersalaman, kemudian makananpun sama datang lewat mulut eeeh pergi juga lewat toilet dan semuanya begitulah berputarnya waktu- berjalannya perjalanan.

tapi kalau kita renungkan lebih dalam lagi, kita telah DATANG dan entah kapan PERGI dari dunia ini. pertanyaan umum yang sifatnya hanya sebuat penyataan atau tepatnya bertanya pada diri sendiri (pertanyaan apa ya istilahnya??? lupa pelajaran SD atau smp). semudah itu pertanyaan itu terlontar atau seringgan dedaun yang jatuh berguguran dimusim semiiii (kaya di jepang), tapi saya datang dan saya pergi, saya datang dan saya pergi, saya datang dan pergi.......dari DUNIA ini adalah sebuah proses panjang yang tak sepenuhnya kita sadari dan ingat. dimikian pula proses kita PULANG tanpa kita secara sadar kita catat (kecuali dicatat para penulis biografi) mari kita merincinya sebagai bahan renungan kita.
. secara umum mari kita kembali mengingat proses kita datang dan kita pulang kelak
1. alam ruh

”Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang Dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut.”
 
"Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)."


di alam ruh adalah alam nihil (nol) tidak ada apa-apa kecuali ruh itu sendiri tidak ada pahala dan dosa, namun perlu di ingat sebelum ruh benar-benar dimasukan kedalam jasad (alam rahim) ruh itu di "baiat" di tanya oleh Allah SWT tentang kesaksiam mereka akan tiada Illah selain Allah! ingat itu!!! (bayangkan cak lontong yang berkata "ingat itu")

2. alam rahim
"dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah-,kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)-, kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging,dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan  dia mahluk yang (berbentuk) lain. maka mahasucilah Allah  Pencipta yang paling baik" (al mu'minun 12-14)

dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa adanya enam fase terbentuknya janin dalam rahim.tahap pertama yang disebut sulalah yaitu dimulai dari  saripati mani. Allah menjelaskan bahwa manusia diciptakan “ dari saripati air yang hina (air mani)”. Manusia bukan diciptakan dari seluruh mani yang keluar dari suami – istri, tapi hanya dari bagian yang sangat halus. Itulah yang dimaksud dengan “ Sulalah”


Tahap kedua disebut  Alaqoh. “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah ( ‘Alaqoh ).”  ‘Alaqoh berarti juga nama dari binatang kecil yang hidup di air dan di tanah yang terkadang menempel di mulut binatang pada waktu minum di rawa – rawa (yaitu sebangsa lintah ).

Bentuk janin pada fase ini sangat mirip sekali dengan binatang lintah tersebut. Bahkan kalau keduanya difoto bersamaan, niscaya manusia tidak akan bisa membedakkan bentuk dan gambar keduanya.

Tahap ketiga, Mudghah (Segumpal Daging). Dalam kelanjutan surat al-Mukminun dijelaskan ''Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging.” Tahap keempat ditandai dengan muncul dan tumbuhnya tulang. “Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang.”

Para ahli dan spesialis dalam bidang medis telah menyimpulkan bahwa tulang itu muncul sebelum daging sebagai penutupnya. Setelah itu barulah muncul daging. Ini hanya baru diketahui oleh para ahli pada zaman sekarang, itu pun dengan bantuan alat – alat fotografi.

Tahap kelima, pembungkusan tulang dengan daging. “Lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan dagin...''  Didahulukannya penciptaan tulang sebelum daging, itu karena daging butuh kepada tulang untuk menempel padanya. Maka tulang mesti sudah ada sebelum daging.

Tahap keenam  adalah perubahan janin ke bentuk yang lain. “Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain..''  Menurut Dr Ahmad Hamid Ahmad, bersama dengan berakhirnya pekan ketujuh, panjang Mudghah sudah mencapai 8 – 16 milimeter”

Termasuk yang membedakan pada periode ini adalah: bahwa bentuk tulang berbentuk bengkok menyerupai bulan sabit, kemudian mulai berubah lurus dan tegap. Di tambah lagi ada sesuatu yang membedakan janin dengan makhluk hidup yang lain, yaitu sempurnanya bentuk tubuh pada pekan kedelapan.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabda, ”Seseorang dari kamu ditempatkan penciptaannya di dalam perut ibunya dalam selama empat puluh hari, kemudian menjadi `alaqah selama itu pula (40 hari), kemudian menjadi mudhghah selama itu pula (40 hari); kemudian Allah mengutus seorang malaikat lalu diperintahkan empat kalimat (hal), dan dikatakan kepadanya: Tulislah amal, rizki dan ajalnya, serta celaka atau bahagia-(nya); kemudian ditiupkan ruh padanya.” (Hadits riwayat Imam al-Bukhari dari `Abdullah).

Begitulah, proses penciptaan janin di dalam rahim seorang ibu, hingga akhirnya melahirkan diusia kehamilan sembilan bulan. Sungguh  Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

3. alam dunia
diumpamakan sebuah mahluk yang sudah jadi dengan seperangkat alat yang ada dalamnya dengan kemampuannya itu manusia menjalani kehidupan ini dengan beberapa fase juga. fase balita anak-anak, fase remaja, fase dewasa dan berkeluarga, fase tua dan pikun, mati.....
kalo kita runut lama dan jarak usia dari fase teresebut diatas mari kita renungkan. anak (0 bulan - 10 tahun) adalah masa dimana kita tidak sedikitpun mendapatkan suatu beban kehidupan seperti mencari nafkah, ketakutan kekurangan sandang, pangan, dan ketakutan lainya. karena dimasa ini kita masih ada dalam buayan kedua orang tua kita (maka betapa kita harus mencintai anak yatim). remaja (10-18 tahun) kita masih dikatakan anak-anak karena masih menjadi tanggungan orang tua tapi ada tambahan peran dan mulai mendapatkan beban di dunia ini. memiliki kewajiban menuntut ilmu (sekolah,mengaji) mulai mendapatkan tugas dari orangtua, dan orang sekitar, pekerjaan rumah, sekolah, tugas kelompok. dewasa (19-......)setelah dirasa cukup sekolah yang ditempuh, bahkan masih (dalam) masa mengejar ilmu perilaku orang tua mulai berubah, memposisikan kita menjadi manusia yang mandiri, didorong mencari uang sendiri, memecahkan masalah sendiri, mencapai apa yang diinginkan dengan kemampuan sendiri. dimasa ini manusia mulai dijejali segala keinginan dan kebutuhan yang secara tidak sadar menjadi beban yang membelenggu dirinya karena dengan  keinginan dan kebutuhan yang dia miliki hidupnya menjadi teratur terpola  bahkan mengerahkan segala tenaganya untuk mencapai apa yang diinginkannya. pasangan, rumah, emas, kendaraan, kenyamanan pasilitas kehidupan sehingga dalam kondisi ini ada 2 jenis manusia. pertama yang dapat memenuhi kebutuhannya dengan maksimal dia begitu menikmati segala fasilitas yang dia miliki. dan kedua yang tidak   dapat memenuhi kebutuhanya dengan penuh bahkan kurang menjadi manusia  yang terus mengejar dan mengerjar bahakan menjadi hampir lelah mengerjar itu semua... semuanya sama-sama lelah. hingga akhirnya tanpa terasa waktu pulang semakin dekat karena ternyata usia semakin tua, tubuh-tubuh yang dulu kekar kini kering dan terbungkuk, organ tubuh mulai ada yang terasa, jantung, paru-paru, ginjal, otak semakin banyak lupa, mata menjadi tidak awas, pendengaran menjadi melemah, gigi mulai tak kuat mengunyah, buang air besar dan kecil tidak lagi teratur....... hingga akhirnya hanya terbaring lemah.

perjalanan pulang
1. alam kubur
ternyata jantung tak lagi bisa memompa darah, paru-paru tak lagi bisa menghirup udara bebas, otak berhenti bekerja, tubuhpun lemah terkulai. entah apa yang dirasakan dan terjadi pada sesosok tubuh yang terbaring itu apa sakit atau serasa tidur entahlah. namun orang orang  yang disekitarnya hanya menangisi keberadaanya, sementara ia tidak menghiraukan sekelilingnya. hingga semuanya gelap.
keluarga yang dicintainya mulai memerintahkan orang menggali tanah, di masjid diumumkan "telah pulang kerahmatullah a.n pulan warga....) ya inilah mati. kubur telah menanti kita dalam sebuah ruang sempit dan sesak, gelap gulita.

2. alam akhirat


0 komentar:

Posting Komentar